Tampilkan postingan dengan label objek wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label objek wisata. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Februari 2017

admin

Sejarah Candi Borobudur Wisata Terkenal Di Indonesia



candi borobudur merupakan warisan budaya indonesia yang sudah terkenal sampai ke seluruh dunia bangunan ini merupakan candi budha terbesar didunia dan ditetapkan sebagai salah satu warisan budaya dunia oleh UNESCO.bentuknya yang megah dan detail arsitekturnya yang unik membuat semua orang ingin mengunjungi borobudur yang penasaran dengan ceritanya,borobudur mencuri perhatian dunia sejak HC cornelius menemukan lokasinya atas perintah Sir Thomas Stamford Raffles pada tahun 1814.pekerjaan menggali lokasi yang diduga monumen besar kemudian dilanjutkan oleh hotman salah satu pejabat pemerintah belanda yang saat itu para arkeolog berlomba lomba mencari tahu asalusul candi budha terbesar didunia ini

sejarah berdirinya candi borobudur diperkirakan dibangun pada tahun 750 masehi oleh kerajaan syailendra yang pada waktu itu menganut agama budha,pembangunan itu sangat misterius karena manusia pada abad ke 7 belum mengenal perhitungan arsitektur yang tinggi tetapi borobudur dibangun perhitungan arsitektur yang canggih ,hingga kini tidak satu pun yang dapat menjelaskan bagaimana cara pembangunan dan sejarah candi borobudur ini

Sudah banyak ilmuan dari seluruh penjuru dunia yang datang namun tidak satu pun yang berhasil mengungkapkan misteri pembangunan borobudur. Salah satu pertayaan yang membuat para peneliti penasaran adalah dari mana asal batu-batu besar yang ada di candi borobudur dan bagai mana menyusunnya dengan presisi dan arsitektur yang sangat rapih. Ada yang memperkirakan batu itu berasal dari gunung merapi namun bagaimana membawanya dari gunung merapi menuju lokasi candi mengingat lokasinya berada di atas bukit.

Candi borobudur memiliki 72 stupa yang berbentuk lonceng ajaib, Stupa terbesar terletak di puncak candi sementara yang lain mengelilingi stufa hingga kebawah. Ketika ilmuan menggambar denah candi borobudur, mereka menemukan pola-pola aneh yang mengarah pada fungsi borobudur sebagai jam matahari, jarum jamnya berupa bayangan stupa yang besar dan jatuh tepat di stupa lantai bawah  namun belum di ketahui secara pasti bagaimana pembagian waktu yang di lakukan dengan menggunakan candi borobudur ada yang mengatakan jam pada candi borobudurmenunjukan tanda kapan masa bercocok tanam atau masa panen.


relief candi borobudur dan kisah mahabarata

Didalam candi borobudur terdapat sebuah relief yang mengisahkan tentang satu karya sastra yang cukup terkenal yaitu MAHABARATA.maha barata ini sebenarnya bukan kisah nyata dan juga bukan kitab agama karena penulisnya bukan Nabi tapi maha barata ini karya sastra dalam kitab adi parwa itu maha barata kitab pertama nah ada kisah mengenai pandawa dan kurawa keduanya leluhurnya sama yaitu bangsa kuru tapi mempunyai sifat yang berbeda kurawa kususnya durya dana itu mempunyai sifat yang licik dia penngen kuasai ini warisan kerajaan oleh kelompoknya kurawa atau yang terwakili 100 orang dengan duryadana ini. 

Maka durya dana mengundang kunti ibunya pendawa maka dengan anaknya lima pendawa lima di undang untuk pergi ke suatu tempat untuk bermalam dan bermain di sana nahh ketika mereka bermalam maka rumahnya tuh di bakar untung kunti dan pandawa tidak terbakar hidup-hidup tapi bisa meloloskan diri dan menyelamatkan di hutan di dekatnya. 

Dalam perjalannya di tengah hutan maka pandawa sampai pada kerajaan yang namanya pancala rajannya drupada,di kerajaan itu sedang ada sayembara untuk memperebutkan banyak hal tapi di antaranya adalah memperebutkan drupadi itu adalah drupadi ini putri kerajaan pancala ini lalu pandawa ini menggunakan pakaian penyamaran pakaian brahmana mengikuti sayembara dan tentunya arjuna yang mewakili dia mempunyai kehebatan dalam hal memanah memenangkan sayembara ini. 

Sesampainya pandawa di rumah dia menceritakan kepada ibunya kunti kemenangan tersebut, "kami memenangkan sayembara kami dapat hadiah lalu ibunya dengan suara berwibawa seorang ibu begini nak apapun yang kamu dapatkan kamu harus adil itu hadiah harus di bagi lima tapi ibu, tetapi tidak alasan kamu harus mendengar orang tua di bagi rata, tapi bu , tidak tapi-tapian. lalu sepakat di bagi lima nah kunti ibunya baru tahu bahwa hadiahnya termasuk drupadi seorang wanita karena tidak mau menjilat lidahnya dan kata-katanya maka apa boleh buat drupadi harus menikahi 5 orang laki-laki
Read More

Minggu, 08 Januari 2017

admin

Keindahan Danau Sentani di Papua



Danau Sentani adalah danau yang terletak di Papua Indonesia. Danau Sentani berada di bawah lereng Pegunungan Cagar Alam Cyclops yang memiliki luas sekitar 245.000 hektar. Danau ini terbentang antara Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura, Papua. Danau Sentani yang memiliki luas sekitar 9.360 hektar dan berada pada ketinggian 75 mdpl. Danau Sentani merupakan danau terluas di Papua.

Di danau ini juga terdapat 21 buah pulau kecil menghiasi danau yang indah ini. Arti kata Sentani berarti "di sini kami tinggal dengan damai”. Nama Sentani sendiri pertama kali disebut oleh seorang Pendeta Kristen BL Bin ketika melaksanakan misionaris di wilayah danau ini pada tahun 1898.
Sejarahnya dulu, Danau Sentani menjadi lokasi dari tempat pelatihan untuk pendaratan pesawat amfibi. Dibangun oleh Jepang, namun diambil alih oleh Angkatan Darat Amerika tahun 1944. Legenda Perang Dunia kenamaan Amerika, Jenderal McArthur, dikabarkan pernah tinggal di Danau Sentani.

Salah satu pulau yang cukup populer di Danau Sentani adalah Pulau Asei. Di pulau tersebut wisatawan dapat belanja kerajinan tangan khas Papua, seperti kain kulit kayu bermotif indah, serta berbagai kekhasan lainnya.

Sehari-harinya, dapat disaksikan aktivitas masyarakat yang sedang mencari ikan. Walaupun bukan laut, tapi ada setidaknya 33 jenis ikan. Danau Sentani juga menjadi habitat asli ikan gergaji yang diperkirakan sudah punah.

Kalau Anda tertarik untuk mampir ke Danau Sentani, usahakan untuk datang pada bulan Juni. Rutin setiap tahun pada bulan Juni, diselenggarakan Festival Danau Sentani. Dalam festival tersebut ditampilkan atraksi dari suku lokal, termasuk 'tarian perang' yang dulu dilakukan sungguhan.

Danau Sentani cantiknya memang bukan main. Pastikan Anda tidak ketiduran saat di pesawat untuk mengabadikan indahnya danau ini dari atas pesawat.
Read More

Kamis, 22 Desember 2016

admin

Keindahan Pantai Padang Padang Di Bali

 
Potret keindahan pantai padang padang di bali
Pantai Padang Padang Bali yang juga dikenal dengan nama pantai Labuan Sait, sangat terkenal bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Objek wisata di Bali ini terletak di Jalan Labuan Sait, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung Bali.

Akses menuju pantai Padang Padang Bali sangatlah mudah, hanya menempuh waktu sekitar 45 menit dari Bandara Ngurah Rai Bali dengan kendaraan bermotor. Cara terbaik ke lokasi pantai Padang Padang Bali adalah menggunakan jasa sewa mobil di Bali dengan supir. Dengan menggunakan jasa rental mobil supir Bali anda tidak perlu memikirkan akan cara mencari lokasi dari pantai Padang Padang.

Ada tempat parkir yang luas dimana kamu bisa memarkirkan kendaraan kamu dengan aman. Hanya perlu menyebrang sedikit kemudian kamu harus menuruni anak tangga yang sempit. Suasana naik turun di tebing dengan tangga yang sempit mengasyikan sekali hihihi.. kamu harus sedikit memiringkan badan jika saling berpapasan karena saking sempitnya jalur ini.

Pulau Bali memiliki dua pantai yang lokasinya berada di tempat berbeda dan keduanya memiliki nama dengan kata Padang, yaitu Pantai Padang Padang berada di Bali selatan dan pantai Padang Bai di Bali Timur.

Bagi anda yang sudah sering berwisata ke Bali, pantai Kuta Bali mungkin sudah terlalu sering anda kunjungi, dan tentunya anda ingin alternatif lain untuk wisata pantai di Bali. Pada umumnya tempat wisata pantai di Bali yang memiliki pasir putih, menjadi tempat berjemur favorit wisatawan. Terutama mereka yang menginap di kawasan wisata Uluwatu.

Pantai Padang Padang, akan anda temukan setelah melewati pantai Dreamland. Hampir tiap hari pantai ini ini tidak pernah sepi pengunjung, terutama wisatawan dari mancanegara. Rasanya seperti berjemur di pantai luar negeri.

Turis yang sedang berjemur menikmati sinar matahari


Pantai Padang Padang sudah dikenal lama oleh wisatawan asing yang datang ke Bali. Karena memang dasar bule suka berpetualang dan mencari tempat wisata yang masih baru. Namun berbeda dengan wisatawan Lokal yang mengunjungi tempat yang sudah punya nama saja alias tempat yang udah populer.
 
Read More

Selasa, 20 Desember 2016

admin

Indahnya Pulau Cambang-Cambang Di Kabupaten Pangkep

 
Pulau Cambang-Cambang Di Kabupaten Pangkep
Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) memiliki sejumlah Pulau yang indah dan menjadi tempat wisata kepada wisatawan lokal. Hanya saja pulau- pulau di Pangkep tersebut belum diketahui oleh wisatawan asing.
Salah satu pulau yang indah di Pangkep adalah Cambang- Cambang. Pulau yang berjarak sekitar 15 kilometer dari dermaga Maccini baji, Labakkang, itu sudah tidak asing lagi bagi warga setempat.
Untuk menempuh lokasi wisata yang terletak di Kecamatan Tupabiring Utara ini hanya memerlukan waktu sekitar 10 menit saja dengan menggunakan perahu Jolloro berkapasitas 15 orang milik warga.
Bagi wisatawan yang berlibur ke pulau tersebut, hanya mengeluarkan uang untuk biaya transport sebesar Rp170 ribu saja. Biaya tersebut sudah diantar dan dijemput.

Beberapa tahun lalu, pulau seluas 50 meter persegi ini tidak dihuni. Namun sejak dua tahun terakhir pemerintah setempat menyulap kawasan tersebut menjadi salah satu objek wisata bahari.
Pulau tersebut dikenal karena keindahannya. Wisatawan lokal mulai berlibur ke lokasi tersebut meski sementara tahap pembangunan.

Para pelancong, pasti akan tertarik untuk bermain di bibir pantai dengan pasir putih yang bersih. Ombaknya yang tidak kencang, membuat wisatawan tidak khawatir akan terseret ke dasar laut.
Beberapa wahana yang tersedia, seperti waterboom yang dibuat langsung terintegrasi dengan laut. Meski begitu, wisatawan tidak perlu khawatir.
Selain itu, ada wahana lain yang lebih menarik seperti banana boot yang bisa dinikmati bareng keluarga, sembari menikmati keindahan pulau-pulau yang ada di sekitar pulau Cambang-Cambang ini.
 
Satu lokasi yang tidak kalah menariknya di objek wisata tersebut. Sebuah resort yang menyerupai perahu phinisi dan terletak di sisi timur.
Sehingga para pelancong bisa menikmati indahnya warna matahari saar terbenam atau sunset. Di wahana tersebut, wisatawan seolah-olah sementara berlayar di atas perahu phinisi.
Read More
admin

Destinasi Wisata Pantai Kering Di watampone

 
Pantai Kering Di bone
Destinasi Wisata Pantai Kering Di watampone - Pernah dengar sebutan Pantai Kering di Bone. Ya, itulah sebutan bagi jajaran cafe yang berlokasi di jalan Veteran, kota Watanpone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
Cafe-cafe di Pantai Kering menyerupai cafe-cafe di Pantai Karebosi Makassar atau Kendari Beach Kendari. Jajanannya pun sama: minuman jus, kopi, kue, roti, gorengan, dan lainnya. Cuma bedanya, tidak ada pantainya. Makanya dinamakan Pantai Kering.
Pantai Kering sangat ramai dikunjungi pada malam hari. Banyak pelanggan terutama dari kalangan anak muda yang memilihnya sebagai tempat nongkrong. Kata Andi Khairuddin, warga Watanpone, “Kalau malam banyak orang. Jalanan di situ sudah tidak kelihatan.”
Tak ada desiran ombak dan pasir pantai di lokasi ini. Gerobak para penjual yang berjejer secara rapi dan alunan musik terdengar dari gerobak para penjual. Hal itu, menjadi pemandangan tersendiri di Pantai Kering. Pengunjung pun menikmati suguhan makanan dan minuman. Demikian halnya, pengunjung yang asyik berdiskusi. Semuanya melebur dalam keramaian Pantai Kering. Di Pantai kering, para pengunjung dapat memilih sejumlah menu makanan dan minuman yang dijajakan para penjual di lokasi ini, seperti martabak, terang bulan, nasi kuning, nasi goreng, sate, bahkan minuman tradisional seperti sarabba pun ada di tempat ini. Syam, salah seorang warga Watampone mengaku, senang berkunjung ke Pantai Kering. Dia kerap bersama rekan-rekannya berkunjung ke lokasi ini. "Selain sebagai pusat jajanan makanan dan minuman di Watampone, Pantai Kering ini sangat asyik jika menjadi tempat berkumpul,"katanya. Bahkan, kata Syam, ia kerap mengajak rekan-rekannya ke Pantai Kering untuk menikmati malam sembari berdiskusi. Dia mengaku, keramaian di Pantai Kering itu, disaat Sabtu malam atau akhir pekan. Saat akhir pekan, kata Syam, pengunjung sangat membludak untuk datang ke lokasi ini. Pasalnya, di tempat inilah salah satunya pusat jajanan makanan dan minuman di Watampone yang ramai dikunjungi. Kemiripan suasana di Pantai Laguna,seperti deretan kursi dan gerobaknya. sehingga masyarakat Watampone pun menyebutnya dengan Pantai Kering atau biasa disingkat dengan Panker. Pengunjung pun mulai ramai berdatangan pada sore hari dengan menikmati suasana Kota Watampone senja hari dengan suguhan aneka menu makanan dan minuman. Aktivitas di Panker ini berlangsung hingga dini hari. Tak lengkaplah rasanya, jika berkunjung ke Watampone tak menyambangi Pantai Kering ini
Read More

Sabtu, 17 Desember 2016

admin

Objek Wisata Pasir Berbisik di Rantebua, Toraja Utara


Gumuk pasir di Rantebua


Objek Wisata Pasir Berbisik di Rantebua - Gumuk pasir adalah gundukan bukit atau igir dari pasir yang terhembus angin. Gumuk pasir dapat dijumpai pada daerah yang memiliki pasir sebagai material utama, kecepatan angin tinggi untuk mengikis dan mengangkut butir-butir berukuran pasir, dan permukaan tanah untuk tempat pengendapan pasir, biasanya terbentuk di daerah arid (kering).
Bentuk gumuk pasir bermacam-macam tergantung pada faktor-faktor jumlah dan ukuran butir pasir, kekuatan dan arah angin, dan keadaan vegetasi. Bentuk gumuk pasir pokok yang perlu dikenal adalah bentuk melintang (transverse), sabit (barchan), parabola (parabolic), dan memanjang (longitudinal dune).
Gumuk Pasir ternyata ada juga di Toraja. Bikin Herankan? Kok bisa. Apa yang Tidak jika Tuhan Perkenankan. Tuhan sayang Toraja, makanya selalu Tuhan Kasih Pesona Alam yang Luar biasa Indahnya. Biar Toraja Selalu jadi Berkat untuk Semua
Gumuk Pasir ini, Letaknya di sebuah daerah terpencil Sumalu di Kecamatan Buntao, Rantebua, Toraja Utara. ada sekitar 45 Menit dari Kota Rantepao jika di tempuh menggunakan Kendaraan roda 2
Loaksi destinasi wisata  ini sejak satu minggu belakangan kini mulai ramai dikunjungi oleh pemburu keindahan panorama yang unik. Saat berada ditempat ini serasa berada di padang pasir yang berbukit dengan sapaan dan suara bisikan angin dari setiap celah lembah berpasir ini, sungguh terasa mengagumkan; ada sensasi yang cukup sulit dilukiskan dengan kata-kata. Alunan suara angin dari setiap sudut lembah dan bukit seakan berbisik membuai pendengaran. 
Bukit pasir atau gumuk pasir (sand dune) merupakan sebuah bentukan alam karena proses angin yang disebut sebagai bentang alam Eolean (eolean morphology). Angin yang membawa pasir akan membentuk bermacam-macam bentuk dan tipe gumuk pasir. Bentang alam seperti ini sering dijumpai di daerah gurun pasir, tapi entah kenapa gumuk pasir ini ada di Rantebua. Anda penasaran? Silahkan kunjungi tempat ini. (herson).
Objek Wisata Pasir Berbisik di Rantebua, Toraja Utara, Pesona Alam Toraja Utara Sulawesi Selatan, Tempat Liburan Di Toraja
Read More

Jumat, 16 Desember 2016

admin

Nilai Kerbau Bagi Masyarakat Toraja

Kerbau belang(Tedong Bonga)

Berbicara soal ritual adat Toraja dan kerbau atau dalam bahasa Toraja disebut Tedong, kedua-duanya memiliki hubungan yang erat. Kerbau merupakan salah satu kebutuhan utama bagi masyarakat Toraja untuk melakukan ritual adat Rambu Solo’ (upacara kedukaan/pemakaman). Maka tak heran lagi jika harga jual-beli kerbau(tedong) di Toraja begitu fantastis, di Toraja harga seekor kerbau yaitu berkisar antara puluhan juta hingga mencapai ratusan juta rupiah, fantastis bukan?

Dengan adanya kerbau pada setiap upacara adat Rambu Solo', bagi sebagian besar masyarakat di Toraja sering dikait-kaitkan dengan status sosial seseorang. Selain sebagai elemen utama dalam ritual adat, mungkin alasan inilah yang menjadi salah satu pemicu mengapa kerbau di Toraja begitu istimewa sehingga harga seekor kerbau saja bisa melambung semahal itu. 

Dalam sebuah acara pemakaman besar yang biasanya dilakukan oleh keluarga bangsawan, jumlah kerbau yang akan dikorbankan bisa mencapai puluhan sampai ratusan ekor, kerbau-kerbau yang akan dikorbankan tersebut kemudian dibagikan kepada masyarakat di kampung tempat diadakannya upacara dan juga kampung disekitarnya. 

Kerbau yang akan dikorbankan juga memiliki tipe-tipe/jenis-jenis tertentu yang menentukan nilai tingkatan/kasta masing-masing kerbau, hal tersebut dapat kita lihat pada ukuran kerbau, bentuk kerbau, tanduk serta perpaduan warna kerbau. 
Dengan demikian dalam setiap pesta adat akan banyak kita jumpai berbagai jenis kerbau yang akan di korbankan.
Read More

Kamis, 15 Desember 2016

admin

Wisata Upacara Rambu Solo Di Tana Toraja

Upacara Rambu Solo

Destinasi wisata tradisi lainnya yang tidak kalah populer di Tana Toraja adalah Upacara Rambu Solo. Jika tradisi Ma’nene merupakan ritual “pembersihan” jenazah para leluhur, lain halnya dengan Upacara Rambu Solo yang merupakan ritual penguburan khusus bagi orang-orang yang telah meninggal.

Tana Toraja memang terkenal sebagai salah satu daerah di Indonesia yang masih memiliki kepercayaan kuat terhadap hal-hal gaib dan mistis. Oleh karena itu, masyarakat Tana Toraja memiliki banyak kebudayaan dan tradisi yang berkaitan dengan mayat, arwah, atau hal-hal mistis lainnya. Hal inilah yang kemudian menjadi daya tarik bagi para wisatawan baik lokal maupun mancanegara untuk mengunjungi Tana Toraja.

Bagi masyarakat Tana Toraja, orang-orang yang telah meninggal dianggap seperti orang yang sedang sakit. Atas dasar kepercayaan tersebut, mereka yang telah meninggal masih terus dirawat dan diperlakukan layaknya orang yang hidup salah satunya dengan disediakan makanan dan minuman, rokok, sirih, dan beragam sesajen lainnya.

Masyarakat Tana Toraja memiliki kepercayaan bahwa orang yang telah meninggal harus diberikan upacara penguburan yang layak dengan aturan-aturan tertentu. Tanpa dilakukannya upacara penguburan Rambu Solo, konon arwah orang yang meninggal tersebut akan memberikan bencana dan kemalangan bagi orang atau kerabat yang ditinggalkannya.

Upacara Rambu Solo merupakan upacara penguburan yang terdiri atas rangkaian kegiatan yang cukup banyak, membutuhkan biaya yang besar, serta persiapan yang berbulan-bulan lamanya. Selama menunggu persiapan upacara ini, jenazah orang yang telah meninggal tidak dikuburkan melainkan disimpan di rumah leluhur (Tongkonan) dengan dibungkus kain terlebih dahulu.

Salah satu ciri khas dari upacara ini adalah adanya kegiatan wajib memotong kerbau dan babi dengan jumlah yang ditentukan tetua adat. Biasanya, semakin kaya dan tinggi pangkat seseorang di Toraja, biaya upacara pemakaman yang dikeluarkan pun akan semakin mahal.

Jika orang yang meninggal berasal dari kalangan bangsawan, keluarga bangsawan tersebut harus mengadakan upacara Rambu Solo dengan memotong kerbau dan babi sekitar 24 sampai dengan 100 ekor. Satu di antara sekian jumlah kerbau tersebut harus merupakan kerbau belang yang terkenal memiliki harga sangat fantastis sekitar 500 juta hingga 1 miliar.

Hal yang unik sekaligus menegangkan dari upacara ini adalah kerbau-kerbau yang menjadi kurban tersebut tidak dipotong selayaknya hewan ternak, melainkan dipotong dengan satu kali tebasan sebilah parang tajam pada lehernya. Kerbau pun akan langsung mati terkapar sesaat setelah tebasan parang itu.

Mengapa harus kerbau? Masyarakat Tana Toraja memiliki kepercaaan bahwa arwah dari orang yang telah meninggal membutuhkan kerbau untuk melakukan perjalanan menuju Puya atau alam akhirat. Semakin banyak kerbau yang disembelih, semakin cepat juga arwah tersebut akan sampai ke Puya.
Upacara Rambu Solo biasanya berlangsung selama berhari-hari sekitar 2—3 hari dan dimulai pada saat siang hari. Untuk kalangan bangsawan, biasanya upacara ini berlangsung hampir 2 minggu lamanya. Kegiatan lain dalam upacara ini selain pemotongan kerbau adalah menyiapkan kuburan bagi jenazah yang akan dikuburkan.

Kuburan tersebut dibuat di bagian atas tebing bukit batu yang tinggi. Masyarakat Tana Toraja percaya bahwa semakin tinggi jenazah diletakkan, akan semakin cepat juga arwah jenazah tersebut sampai ke surga atau nirwana.

Upacara ini juga dilengkapi dengan iringan musik, nyanyian, lagu-lagu, puisi, dan lain sebagainya. Selama upacara berlangsung, jenazah orang yang telah meninggal tetap disimpan di rumah leluhur (Tongkonan). Arwah jenazah ini dipercaya masih berada di desa atau di sekitar tempat tinggalnya sampai upacara selesai. Setelah upacara selesai, jenazah baru akan dikuburkan di kuburan yang telah dipersiapkan. Saat itulah masyarakat Tana Toraja percaya bahwa arwah dari jenazah tersebut akan memulai perjalanan menuju Puya.

Bagi Anda yang ingin menyaksikan langsung upacara ini, Anda disarankan untuk menghubungi travel agent yang menyediakan wisata ke Toraja dengan daftar Upacara Rambu Solo sebagai salah satu destinasinya. Pasalnya, upacara ini tidak berlangsung dalam kurun waktu yang rutin, melainkan baru diadakan ketika ada salah satu warga Toraja yang meninggal. Biasanya, travel agent memiliki link khusus yang akan memberikan informasi kapan upacara Rambu Solo di Tana Toraja diselenggarakan.

Jika Anda tidak ingin menggunakan travel agent, silakan berpergian ke Tana Toraja ala backpacker-an. Naluri atau instinct Anda diperlukan di sini. Jika beruntung, Anda akan sampai ke Tana Toraja tepat saat upacara Rambu Solo berlangsung. Selamat mencoba! Jangan lupa, pesan tiket pesawat murah ke Toraja di sini.
Read More
admin

Tradisi Ma'nene Di Tana Toraja

Tradisi Ma’nene





Salah satu tradisi khas Tana Toraja yang telah menjadi destinasi wisata tradisi populer bagi turis lokal maupun mancanegara adalah tradisi Ma’nene. Tradisi Ma’nene merupakan tradisi mengenang leluhur dengan cara membersihkan dan menggantikan baju mayat para leluhur masyarakat Tana Toraja. Tradisi ini secara khusus dilakukan oleh masyarakat Baruppu yang tinggal di pedalaman Toraja Utara.

Bagi masyarakat di wilayah Baruppu, mayat atau jenazah kerabat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari anggota keluarga yang masih hidup. Selain itu, Masyarakat Baruppu memiliki kepercayaan bahwa meskipun secara jasad telah meninggal, arwah para leluhur tetap “hidup” dan mengawasi keturunannya dari alam lain.

Oleh karena itu, setiap 3 tahun sekali atau sekitar bulan Agustus saat telah lewat masa panen, dilakukan “pembersihan” terhadap mayat atau jenazah kerabat mereka. Caranya adalah dengan mengeluarkan “mumi” jenazah dari dalam peti untuk dibersihkan dan digantikan pakaiannya dengan pakaian yang baru. Tidak hanya dipakaikan pakaian baru, mayat para leluhur ini juga didandani dengan rapi selayaknya orang yang akan menghadiri sebuah pesta.

Peti berisi jenazah para leluhur ini dikeluarkan dari dalam liang gunung batu. Kemudian, jenazah leluhur yang berada di dalam peti juga dikeluarkan sambil diiringi dengan pembacaan doa-doa dalam bahasa Toraja Kuno. Setelah dikeluarkan, mayat tersebut diangkat dan dibersihkan mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan menggunakan kain bersih.
Setelah dibersihkan, mayat tersebut didandani, dipakaikan baju baru, lalu didirikan. Keluarga mayat tersebut biasanya memangku, mendirikan, dan menjaga mayat agar tidak menyentuh dasar tanah karena hal itu merupakan pantangan dalam tradisi ini.

Uniknya, mayat para leluhur masyarakat Toraja ini bisa berdiri dengan tegak dan berjalan layaknya masih hidup, lho. Hal tersebut diyakini bisa terjadi karena doa-doa dan mantra-mantra yang dipanjatkan para tetua dan pemimpin tradisi sebelum tradisi dimulai.

Jangan coba-coba menyentuh mayat yang sedang berdiri atau berjalan. Jika mayat yang sedang berdiri atau berjalan ini terkena sentuhan, efek mantra atau hipnotisnya akan hilang dan mayat tersebut akan terjatuh. Selain itu, orang yang menyentuh mayat tersebut hingga jatuh adalah orang yang wajib membangunkan mayat itu kembali ke posisi semula. Para wisatawan yang hadir dalam tradisi ini biasanya akan diingatkan secara keras oleh para tetua adat yang memimpin tradisi ini.

Lalu, ke manakah mayat-mayat ini berjalan? Masyarakat Tana Toraja percaya bahwa mayat-mayat leluhur ini akan berjalan pulang ke rumahnya masing-masing. Ketika sampai di rumah, mayat-mayat ini akan berbaring seperti sedia kala.

Untuk budaya unik yang satu ini, kita patut berbangga. Pasalnya, kebanyakan wisatawan mancanegara sangat tertarik untuk melihat tradisi “mumi” yang seringkali dianggap mustahil ini. Konon katanya, seperti melihat serial The Walking Dead di dunia nyata!

Jika ingin melihat langsung tradisi ini, pastikan Anda datang ke Tana Toraja sekitar bulan Juli—Agustus. Anda juga disarankan untuk melakukan persiapan dengan matang salah satunya adalah tiket pesawat. Pesan tiket pesawat menuju Kota Makassar dari jauh-jauh hari agar Anda mendapatkan harga tiket murah. Pesan tiket di sini.
Read More